Suasana di dalam ruang itu begitu semarak. Maklumlah anak-anak begitu antusias untuk menyambut rapor yang pertama kali di bagikan kepada mereka. Sebuah pengalaman tersendiri dalam momen hidup mereka pada usianya yang sedang mengalami masa-masa emas.
Para wali muridpun tampak gembira walaupun acara yang diadakan sangat jauh dari kesan mewah ataupun glamour. Cuma acara seremonial belaka yang dilakukan tanpa persiapan baik materi maupun isi dari acara tersebut. Acara yang dilakukan mendadak dan terjadi begitu saja. Maklum, saat itu kebetulan beberapa dari pamong ataupun tutor pengampu ijin karena ada acara. Cuma saya dan seorang lagi guru yang berangkat sehingga beberapa acara yang sudah dipersiapkan sebelumnya digagalkan dan berganti dengan acara mendadak tadi.
Beberapa saat setelah anak-anak masuk, tiba-tiba terdengar celutukan seorang anak yang membuat kami tercengang.
“Bu, bu guru yang galak mana?”
Kami semua tercengang. Beberapa saat kami sempat bengong mendengar perkataan anak tersebut. Lalu dengan perasaan malu ibu dari anak itupun mengalihkan pembicaraan anak ke arah yang lain.
“Bu guru yang galak mana?”
Kata-kata yang begitu singkat, tapi begitu menusuk perasaan kami sebagai tutor paud. Seperti inikah kami selama ini? Inikah hasil dari jerih payah kami selama ini? Kata-kata itu terus terngiang di telinga kami. Walaupun telah berhari-hari kejadian itu berlalu, tetap saja kata-kata itu serasa mendengung di telinga kami.
Bagaimana mungkin? Terlebih yang mengucapkannya adalah anak yang malah cenderung cuek dalam kelas. Asyik bermain dengan dunianya sendiri sementara anak-anak yang lain asyik memperhatikan gurunya mengajar dan bermain bersama mereka.
Pembuktian bahwa anak belajar dari lingkungannya dengan begitu cepat, dengan cara mereka yang sangat unik dan kadang tidak pernah terpikir oleh kita. Anak-anak sangat sensitif dengan perubahan-perubahan yang ada di sekitarnya. Mereka memperhatikan dan dengan cepat merekam segala input yang ada ke dalam memori mereka.
Hal tersebut membuat kami sadar untuk lebih berhati-hati dalam menghadapi anak kecil. Bukan hanya pelajaran, tetapi polah dan tingkah kita akan selalu diperhatikan oleh mereka. Kadang dari sedikit hal yang kita lakukan, mereka sudah dapat menilai kita, bagaimanakah sifat kita yang sesungguhnya walaupun pada saat kita bertemu anak-anak kita berusaha menyembunyikan sifat tersebut.
Untuk itu, marilah kita semua berusaha untuk memberikan yang terbaik kepada anak-anak kita agar lahir generasi yang lebih baik di masa depan. Semoga tulisan kecil ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Amin.
Para wali muridpun tampak gembira walaupun acara yang diadakan sangat jauh dari kesan mewah ataupun glamour. Cuma acara seremonial belaka yang dilakukan tanpa persiapan baik materi maupun isi dari acara tersebut. Acara yang dilakukan mendadak dan terjadi begitu saja. Maklum, saat itu kebetulan beberapa dari pamong ataupun tutor pengampu ijin karena ada acara. Cuma saya dan seorang lagi guru yang berangkat sehingga beberapa acara yang sudah dipersiapkan sebelumnya digagalkan dan berganti dengan acara mendadak tadi.
Beberapa saat setelah anak-anak masuk, tiba-tiba terdengar celutukan seorang anak yang membuat kami tercengang.
“Bu, bu guru yang galak mana?”
Kami semua tercengang. Beberapa saat kami sempat bengong mendengar perkataan anak tersebut. Lalu dengan perasaan malu ibu dari anak itupun mengalihkan pembicaraan anak ke arah yang lain.
“Bu guru yang galak mana?”
Kata-kata yang begitu singkat, tapi begitu menusuk perasaan kami sebagai tutor paud. Seperti inikah kami selama ini? Inikah hasil dari jerih payah kami selama ini? Kata-kata itu terus terngiang di telinga kami. Walaupun telah berhari-hari kejadian itu berlalu, tetap saja kata-kata itu serasa mendengung di telinga kami.
Bagaimana mungkin? Terlebih yang mengucapkannya adalah anak yang malah cenderung cuek dalam kelas. Asyik bermain dengan dunianya sendiri sementara anak-anak yang lain asyik memperhatikan gurunya mengajar dan bermain bersama mereka.
Pembuktian bahwa anak belajar dari lingkungannya dengan begitu cepat, dengan cara mereka yang sangat unik dan kadang tidak pernah terpikir oleh kita. Anak-anak sangat sensitif dengan perubahan-perubahan yang ada di sekitarnya. Mereka memperhatikan dan dengan cepat merekam segala input yang ada ke dalam memori mereka.
Hal tersebut membuat kami sadar untuk lebih berhati-hati dalam menghadapi anak kecil. Bukan hanya pelajaran, tetapi polah dan tingkah kita akan selalu diperhatikan oleh mereka. Kadang dari sedikit hal yang kita lakukan, mereka sudah dapat menilai kita, bagaimanakah sifat kita yang sesungguhnya walaupun pada saat kita bertemu anak-anak kita berusaha menyembunyikan sifat tersebut.
Untuk itu, marilah kita semua berusaha untuk memberikan yang terbaik kepada anak-anak kita agar lahir generasi yang lebih baik di masa depan. Semoga tulisan kecil ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Amin.
selamat :D
BalasHapus